Apa Itu Penyakit Mononukleosis?

Advertisement

Bagi sebagian orang yang belum mengenal penyakit mononukleosis sering bertanya, apa itu mononukleosis? Benarkah penyakit tersebut bisa terjadi karena ciuman? Mari kita bahas lebih lanjut dalam urain dibawah ini.

Apa itu Mononukleosis?

apa yang dimaksud penyakit mononucleosis

Mononukleosis biasa dikenal dengan sebutan “mono” yang membuat seseorang merasa lelah dan lemah selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Dengan istirahat cukup dan perawatan diri yang baik dapat membantu mempercepat penyembuhan, terlebih dibantu dengan obat infeksi mononukleosis yang tepat.

Apa yang menyebabkan mono?

Mono biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Hal ini paling sering terlihat pada remaja dan dewasa muda.

Anak-anak juga bisa terinfeksi virus ini jika kekebalan tubuhnya lemah, tetapi sering terjadi tanpa disadari karena gejala yang muncul biasanya ringan.

Pada orang dewasa yang lebih tua biasanya tidak mudah terserang virus mono, karena mereka memiliki kekebalan tubuh yang cukup untuk melawan virus.

Mono dapat menyebar melalui kontak dengan air liur, lendir dari hidung dan tenggorokan, dan kadang-kadang dari air mata.

Virus mono dapat menyebar melalui ciuman, itulah alasan mengapa mononukleosis dikenal sebagai “penyakit berciuman.”

Jika Anda terserang mono, Anda dapat menghindari menularkan virus kepada orang lain dengan tidak mencium siapa pun dan tidak berbagi barang yang biasa Anda pakai dengan orang lain seperti gelas minum, peralatan makan, atau sikat gigi.

Virus mono dapat menjadi aktif dari waktu ke waktu tanpa menyebabkan gejala apapun. Ketika virus ini aktif, maka dari sinilah mono dapat menular pada ke orang lain.

Berdasarkan survei, tak sedikit orang dewasa yang terinfeksi virus mono.

Apa saja gejalanya?

gejala infeksi mononukleosis

Gejala yang paling umum dari mono adalah demam tinggi, sakit tenggorokan yang parah, pembengkakan kelenjar getah bening (kadang-kadang disebut kelenjar bengkak), amandel, badan terasa lemah dan kelelahan kronis.

Selain itu, virus mono dapat menyebabkan limpa membengkak, sakit parah di bagian kiri atas perut Anda yang berarti bahwa limpa Anda telah bocor.

Dan kondisi tersebut merupakan kondisi darurat yang membutuhkan obat infeksi mononukleosis yang tepat.

Biasanya penderita memerlukan perawatan diri yang diperlukan untuk mono, seperti dengan :

  • Beristirahatlah yang banyak untuk sementara waktu.
  • Berkumur dengan air garam atau menggunakan pelega tenggorokan untuk menenangkan sakit pada tenggorokan.
  • Menghindari olahraga dan angkat beban berat.

Pada orang yang terinfeski mono dengan kasus yang parah, biasanya limpa dapat terus membengkak, dan jika penderita mengejan, limpa bisa mengalami kebocoran.

Epstein-Barr virus (EBV) dapat ditemukan dalam air liur dan lendir (dan kadang-kadang air mata). EBV tidak menyebar melalui kontak biasa.

Penularannya bisa terjadi apabila Anda tinggal di rumah yang sama dengan orang yang memiliki mono dan tidak pernah terinfeksi virus ini.

Dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mono.

Ada kemungkinan bahwa orang-orang yang telah memiliki mono dapat menyebarkan virus meskipun mereka tidak lagi memiliki gejala.

Infeksi Virus Mononukleosis

EBV biasanya hidup dan berkembang di hidung dan tenggorokan. Virus ini bisa berasal dari air liur, air mata, atau lendir dari orangyang terinfeksi virus EBV.

Virus (EBV) dapat mudah menyebar ketika orang melakukan kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi seperti melakukan kontak intim atau berbagi air liur.

Anda juga bisa mendapatkan EBV jika Anda berbagi gelas minum atau peralatan makan dengan orang yang terinfeksi (melalui berbagi air liur).

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang bisa mendapatkan infeksi setelah menerima darah dari orang yang terinfeksi EBV.

Namun hasi survei sebuah studi menyatakan, kebanyakan orang terinfeksi dengan EBV di beberapa titik dalam hidup mereka, tidak pernah mendapatkan gejala mono.

Gejala yang paling umum dari infeksi mono adalah:

  • Demam, yang bisa berkisar dari 101 ° F (38,3 ° C) sampai 104 ° F (40 ° C), dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan, sering muncul dengan bercak putih pada amandel (yang mungkin terlihat seperti radang tenggorokan).
  • getah bening bening di seluruh tubuh, terutama kelenjar getah bening di leher.
  • amandel membengkak.
  • sakit kepala atau nyeri tubuh.
  • kelelahan dan kekurangan energi.
  • kehilangan selera makan.
  • nyeri di bagian kiri atas perut, yang mungkin berarti bahwa limpa telah membesar.

Mono dapat menyebabkan limpa Anda membengkak sampai 2 atau 3 kali ukuran normal. Pembesaran limpa terjadi pada sampai dengan 75 dari 100 orang yang memiliki mono.

Sebuah pukulan ke perut dapat menyebabkan pembesaran limpa pecah. Untuk mengurangi risiko ini, hindari mengangkat beban berat selama beberapa minggu setelah Anda benar-benar membaik. Bahkan dalam kasus yang sangat jarang, limpa dapat pecah sendiri.

Gejala mono bisa lebih parah dan bertahan lebih lama pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang terganggu atau kondisi genetik langka yang disebut X-linked sindrom limfoproliferatif.

Gejala-gejala infeksi mononukleosis, seperti sakit tenggorokan dan demam, juga ditemukan di banyak kondisi lain.

Semoga artikel seputar penjelasan dari jawaban “apa itu mononukleosis?” bisa Anda pahami lewat artikel ini. Semoga bermanfaat ^^

Advertisement
Apa Itu Penyakit Mononukleosis? | goherba | 4.5